Dropdown Menu inside a Navigation Bar

Click on the "Dropdown" link to see the dropdown menu.

Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Maret 2016

rumus keliling dan luas persegi panjang


Rumus Keliling & Luas Persegi Panjang - Persegi panjang adalah bangun datar yang mempunyai empat rusuk. Rusuk-rusuknya yang saling berhadapan sama panjang. Persegi panjang mempunyai empat titik sudut dan masing-masing sudutnya adalah siku-siku.
Persegi panjang mempunyai 2 pasang rusuk yang sama panjang, rusuk yang lebih panjang sebut panjang, dan yang lebih pendek disebut lebar



Rumus Keliling Persegi Panjang
Keliling persegi panjang adalah jumlah dari seluruh rusuk-rusuknya. 2 buah rusuk panjang dan 2 buah rusuk lebar..
Keliling Persegi Panjang = p+p+l+l
= 2p + 2l
= 2 (p+l)
Jadi, keliling persegi panjang = 2 (p + l)

Rumus Luas Persegi Panjang
Luas persegi panjang adalah areal atau bidang yang ada di dalam bangun persegi panjang.
Sebenarnya sama saja pada intinya dengan persegi, namun karena panjang rusuk-rusuknya ada yang berbeda maka diganti dengan panjang dan lebar.
Luas persegi panjang = panjang x lebar 

Kamis, 03 Maret 2016

Rumus Gradien

Persamaan Garis Lurus[sunting | sunting sumber]

Persamaan Garis Melalui 2 Titik[sunting | sunting sumber]

\frac{y - y_1}{y_2 - y_1}\ = \frac{x - x_1}{x_2 - x_1}\,

dimana (x_1,y_1) dan (x_2,y_2) adalah koordinat dari 2 titik

Persamaan Garis Melalui 1 Titik Dan Diketahui Gradien[sunting | sunting sumber]

y - y_1 = m(x - x_1)

dimana m adalah gradien dari suatu persamaan garis dan (x_1,y_1) adalah koordinat dari suatu titik

Gradien Garis[sunting | sunting sumber]

Gradien Oleh 2 Titik[sunting | sunting sumber]

m = \frac{y_2 - y_1}{x_2 - x_1}\,
dimana m adalah kemiringan suatu garis dan kedua titik adalah suatu titik yang akan dihitung kemiringannya

Gradien Oleh Persamaan Garis[sunting | sunting sumber]

Bentuk Baku : ax + by + c = 0
m = -\frac{a}{b}\, (a dan b ≠ 0)

dimana m adalah gradien yang akan dicari dan, 'a' dan 'b' adalah koefisien dari suatu persamaan

Gradien Garis Umum[sunting | sunting sumber]

y = mx + c
dimana m adalah kemiringan garis

Hubungan Dua Buah Garis[sunting | sunting sumber]

Garis Sejajar[sunting | sunting sumber]

m_1 = m_2
maksud dari dua buah garis sejajar adalah dua buah persamaan yang gradiennya sama
Contoh :

Buktikan 2x - 3y + 6 = 0 sejajar dengan 2x - 3y + 8 = 0 !

Persamaan 1 : 2x - 3y + 6 = 0 memiliki gradien -\frac{2}{-3}\, = \frac{2}{3}\,.

Persamaan 2 : 2x - 3y + 8 = 0 memiliki gradien -\frac{2}{-3}\, = \frac{2}{3}\,.

Terbukti bila gradien persamaan 1 dan 2 sama, jadi 2x - 3y + 6 = 0 sejajar dengan 2x - 3y + 8 = 0

Garis Tegak Lurus[sunting | sunting sumber]

m_1 * m_2 = -1
maksud dari dua buah garis tegak lurus adalah dua buah persamaan yang gradiennya terbalik
Contoh :

Buktikan 2x - 3y + 6 = 0 tegak lurus dengan 3x - 2y - 8 = 0 !

Persamaan 1 (Utama) : 2x - 3y + 6 = 0 memiliki gradien -\frac{2}{-3}\, = \frac{2}{3}\,.

Persamaan 2 : 3x - 2y + 8 = 0 memiliki gradien -\frac{3}{-2}\, = \frac{3}{-2}\,.

Lalu kalikan kedua gradien itu m_1 * m_2 = \frac{2}{3}\, * \frac{3}{-2}\, = -1. Terbukti bila m_1 * m_2 = -1, jadi 2x - 3y + 6 = 0 tegak lurus dengan 3x - 2y - 8 = 0

Jarak 2 Buah Titik Dan Garis[sunting | sunting sumber]

Jarak 2 Titik (x_1, y_1) dan (x_2, y_2)[sunting | sunting sumber]

 J = \sqrt{(x_2 - x_1)^2 + (y_2 - y_1)^2}

Jarak Titik dan Garis[sunting | sunting sumber]

Jarak antara garis : ax + by + c = 0 dan titik (x_1, y_1)
 J = \frac{|ax_1 + by_1 + c|}{\sqrt{a^2 + b^2}}

ilmu pengetahuan sosial

Karakteristik Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Istilah pendidikan IPS dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia masih relatif baru digunakan. Pendidikan IPS merupakan padanan dari social studies dalam konteks kurikulum di Amerika Serikat. Istilah tersebut pertama kali digunakan di AS pada tahun 1913 mengadopsi nama lembaga Sosial Studies yang mengembangkan kurikulum di AS (Marsh, 1980; Martoella, 1976).
Kurikulum pendidikan IPS tahun 1994 sebagaimana yang dikatakan oleh Hamid Hasan (1990), merupakan fusi dari berbagai disiplin ilmu, Martoella (1987) mengatakan bahwa pembelajaran Pendidikan IPS lebih menekankan pada aspek “pendidikan” dari pada “transfer konsep”, karena dalam pembelajaran pendidikan IPS peserta didik diharapkan memperoleh pemahaman terhadap sejumlah konsep dan mengembangkan serta melatih sikap, nilai, moral, dan keterampilannya berdasarkan konsep yang telah dimilikinya. Dengan demikian, pembelajaran pendidikan IPS harus diformulasikannya pada aspek kependidikannya.
Ada 10 konsep social studies dari NCSS, yaitu (1) culture; (2) time, continuity and change; (3)people, places and environments; (4) individual development and identity; (5) individuals, group, and institutions; (6) power, authority and govermance; (7) production, distribution and consumption; (8) science, technology and society; (9) global connections, dan; (10) civic idealsand practices.(NCSS http://www.socialstudies.org/).
Konsep IPS, yaitu: (1) interaksi, (2) saling ketergantungan, (3) kesinambungan dan perubahan, (4) keragaman/kesamaan/perbedaan, (5) konflik dan konsesus, (6) pola (patron), (7) tempat, (8) kekuasaan (power), (9) nilai kepercayaan, (10) keadilan dan pemerataan, (11) kelangkaan (scarcity), (12) kekhususan, (13) budaya (culture), dan (14) nasionalisme.
Mengenai tujuan ilmu pengetahuan sosial, para ahli sering mengaitkannya dengan berbagai sudut kepentingan dan penekanan dari program pendidikan tersebut, Gross (1978) menyebutkan bahwa tujuan pendidikan IPS adalah untuk mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang baik dalam kehidupannya di masyarakat, secara tegas ia mengatakan “to prepare students to be well functioning citizens in a democratic society”. Tujuan lain dari pendidikan IPS adalah untuk mengembangkan kemampuan  peserta didik menggunakan penalaran dalam mengambil keputusan setiap persoalan yang dihadapinya (Gross, 1978).
Ilmu pengetahuan sosial juga membahas hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Lingkungan masyarakat dimana anak didik tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari masyarakat, dihadapkan pada berbagai permasalahan yang ada dan terjadi di lingkungan sekitarnya. Pendidikan IPS berusaha membantu peserta didik dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi sehingga akan menjadikannya semakin mengerti dan memahami lingkungan sosial masyarakatnya (Kosasih, 1994).
Pada dasarnya tujuan dari pendidikan IPS adalah untuk mendidik dan memberi bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan diri sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan lingkungannya, serta berbagai bekal siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Berdasarkan pengertian dan tujuan dari pendidikan IPS, tampaknya dibutuhkan suatu pola pembelajaran yang mampu menjembatani tercapainya tujuan tersebut. Kemampuan dan keterampilan guru dalam memilih dan menggunakan berbagai model, metode dan strategi pembelajaran senantiasa terus ditingkatkan (Kosasih, 1994), agar pembelajaran Pendidikan IPS benar-benar mampu mengondisikan upaya pembekalan kemampuan dan keterampilan dasar bagi peserta didik untuk menjadi manusia dan warga negara yang baik. Hal ini dikarenakan pengondisian iklim belajar merupakan aspek penting bagi tercapainya tujuan pendidikan (Azis Wahab, 1986).
Pola pembelajaran pendidikan IPS menekankan pada unsur pendidikan dan pembekalan pada peserta didik. Penekanan pembelajarannya bukan sebatas pada upaya mencecoki atau menjejali peserta didik dengan sejumlah konsep yang bersifat hafalan belaka, melainkan terletak pada upaya agar mereka mampu menjadikan apa yang telah dipelajarinya sebagai bekal dalam memahami dan ikut serta dalam melakoni kehidupan masyarakat lingkungannya, serta sebagai bekal bagi dirinya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Di sinilah sebenarnya penekanan misi dari pendidikan IPS. Oleh karena itu, rancangan pembelajaran guru hendaknya diarahkan dan difokuskan sesuai dengan kondisi danperkembangan potensi siswa agar pembelajaran yang dilakukan benar-benar berguna dan bermanfaat bagi siswa (Kosasih, 1994; Hamid Hasan, 1996).
Karakteristik mata pembelajaran IPS berbeda dengan disiplin ilmu lain yang bersifat monolitik. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial seperti: sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya. Rumusan Ilmu Pengetahuan Sosial berdasarkan realitas dan fenomena sosial melalui pendekatan interdisipliner.
Geografi, sejarah, dan antropologi merupakan disiplin ilmu yang memiliki keterpaduan yang tinggi. Pembelajaran geografi memberikan kebulatan wawasan yang berkenaan dengan wilayah-wilayah, sedangkan sejarah memberikan wawasan berkenaan dengan peristiwa-peristiwa dari berbagai periode. Antropologi meliputi studi-studi komparatif yang berkenaan dengan nilai-nilai, kepercayaan, struktur sosial, aktivitas-aktivitas ekonomi, organisasi politik, ekspresi-ekspresi dan spiritual, teknologi, dan benda-benda budaya dari budaya-budaya terpilih. Ilmu politik dan ekonomi tergolong ke dalam ilmu-ilmu tentang kebijakan pada aktivitas-aktivitas yang berkenaan dengan pembuatan keputusan. Sosiologi dan psikologi sosial merupakan ilmu-ilmu tentang perilaku seperti konsep peran, kelompok, institusi, proses interaksi dan kontrol sosial. Secara intensif konsep-konsep seperti ini digunakan ilmu-ilmu sosial dan studi-studi sosial.